Lebih dari 100.000 orang terinfeksi HIV di Amerika Serikat, dan 1 dari 5 orang tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi virus ini. Pengetahuan tentang HIV masih sangat minim di masyarakat.

Apakah HIV itu?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. HIV akan tinggal di tubuh seseorang tersebut seumur hidup, akan tetapi dengan berbagai pengobatan virus HIV ditekan sehingga sistem kekebalan tubuh tidak lagi terganggu. Apabila virus HIV tidak segera diobati, maka akan berkembang menjadi AIDS.

Apa itu AIDS?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah stadium lanjut dari infeksi HIV, ketika sistem kekebalan tubuh seseorang tidak dapat lagi melawan virus HIV. Seseorang dengan AIDS pasti terinfeksi HIV dan menderita paling tidak 1 dari berbagai penyakit seperti tuberkulosis (TB), pneumonia, dan berbagai macam kanker.

Apakah HIV dan AIDS itu sama?

Tentu saja tidak. Ketika seseorang terinfeksi HIV, maka terdapat virus HIV di tubuhnya. Sedangkan seseorang dikatakan menderita AIDS apabila sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah dan tidak dapat melindungi tubuh seseorang tersebut dari berbagai macam penyakit.

AIDS adalah penyakit yang mengancam jiwa, akan tetapi apabila terdeteksi sejak dini, virus HIV tidak akan berkembang menjadi AIDS. Namun, apabila sudah terlambat maka akan menyebabkan berbagai macam komplikasi dan akan berkembang menjadi AIDS. Itulah mengapa pentingnya untuk mengetahui dari dini apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak untuk mencegah berkembangnya HIV menjadi AIDS.

Bagaimana HIV ditularkan?

HIV bisa ditularkan melalui sperma, cairan vagin, darah, dan ASI. Itulah mengapa seks bebas dan pengunaan jarum bersama sangat beresiko terinfeksi HIV. Wanita dapat menularkan virus HIV langsung pada janin, ketika melahirkan, dan melalui ASI.

HIV tidak dapat ditularkan melalui sentuhan, pelukan, berjabat tangan, urin, feses, maupun gigitan serangga.

Bagaimana gejala-gejala HIV?

Gejala akan muncul pada saat infeksi HIV akut, 70-90% mengalami gejala pada 3 bulan pertama setelah terinfeksi HIV. Pada fase ini, virus di dalam tubuh seseorang akan sangat tinggi.

Beberapa gejala yang tidak khas akan dirasakan seperti flu, demam, sakit kepala, sariawan, keringat dingin, penurunan berat badan, dan pembengkakan limfonodi.

Setelah gejala ini berlalu, seseorang yang terinfeksi HIV tidak akan menimbulkan gejala apapun selama bertahun-tahun.

Sangat disayangkan, masyarakat saat ini berpegang teguh pada stigma yang beredar. Sehingga seseorang dengan infeksi HIV selalu menyembunyikan fakta mengenai status HIVnya. Beberapa dari mereka dikucilkan oleh teman dan keluarganya, bahkan mereka mendapat tindak kekerasan dari berbagai oknum. Sudah saatnya kita merubah stigma-stigma di masyarakat dengan berbagai macam cara. Orang dengan HIV tidak berbahaya dan mereka tidak berbeda. Jangan lupa, diskrimasi terhadap mereka dengan HIV adalah tindakan yang ilegal.

HIV is move on. So why do we still live with stigma? It’s not retro it’s just wrong.

#SEMAKUdiHatiku

– Your Life is Not Only Yours –

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *