Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254.900.000 jiwa. Angka tersebut tentu bukan angka sembarangan dan bahkan menjadi tantangan bagi kita mengingat negara kita mempunyai visi untuk mewujudkan Indonesia sehat 2020. Berbicara tentang hal kesehatan, dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak, antara lain yaitu tingginya penderita penyakit kanker.

Menurut data Riskesdas 2013, pravelensi penyakit kanker di Indonesia secara keseluruhan mencapai 330.000 orang atau jika diprosentasekan menjadi 1,4%. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tempat dengan jumlah prosentase penderita penyakit kanker terbesar di Indonesia, yakni 0,41%. Kemudian diikuti dengan provinsi Jawa Tengah (0,21%), Bali (0,2%), serta DKI Jakarta dan Bengkulu dengan masing masing prosentase 0.19%. Balitbang Kemenkes juga merilis data yang tak jauh berbeda angkanya. Di tahun 2013, Balitbang Kemenkes memperkirakan jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia mencapai 347.792 orang.

Tidak hanya di Indonesia, Penyakit kanker ternyata juga merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh penyakit kanker. Lebih dari 30% dari kematian akibat penyakit kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu: (1) Indeks massa tubuh tinggi, (2) Kurang konsumsi buah dan sayur, (3) Kurang aktivitas fisik, (4) Penggunaan rokok, dan (5) Konsumsi alkohol berlebihan.

Menurut Trachootham, 2006, penyakit kanker biasanya mucul dengan karakteristik adanya gangguan atau kegagalan mekanisme pengaturan multiplikasi pada organisme multiseluler sehingga terjadi perubahan perilaku sel yang tidak terkontrol. Perubahan tersebut disebabkan adanya perubahan atau transformasi genetik, terutama pada gen-gen yang mengatur pertumbuhan, yaitu protoonkogen dan gen penekan tumor. Sel-sel yang mengalami transformasi terus-menerus berproliferasi dan menekan pertumbuhan sel normal.

Penyakit kanker juga ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali serta dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita sehingga merusak fungsi jaringan tersebut. Penyebaran (metastasis) sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk suatu organ, dalam perjalanan selanjutnya tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor.

Sebenarnya, penyakit kanker dapat dicegah dengan menghindari penyebab dan faktor risiko serta berperilaku hidup sehat. Cara hidup sehat yang dapat menurunkan risiko kanker diantaranya adalah mengurangi makan makanan berlemak, diet seimbang dan olahraga teratur, mengurangi makan makanan yang diawetkan, membatasi minum minuman mengandung alkohol, lebih banyak makan makanan berserat, lebih banyak makan makanan yang segar, hindari kebiasaan merokok, olahraga teratur (4x/minggu, 30-60 menit), upayakan hindari stres dengan bersantai bersama keluarga dan melakukan hobi. Selain itu, penyakit kanker juga dapat dicegah dengan periksakan kesehatan secara teratur, diantaranya vaksinasi (vaksinasi untuk Hepatitis dan HPV), deteksi dini kanker, serta ketrampilan untuk memeriksa diri sendiri seperti: SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Penyakit kanker akan mudah diobati jika ditemukan dalam stadium dini sehingga harus dicegah sebagai upaya agar tidak masuk ke dalam fase lanjut yang lebih parah dan membutuhkan perwatan yang lebih sulit. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *